top of page
Search

CRAB MENTALITY

  • Writer: Pembela Pers
    Pembela Pers
  • Nov 9, 2022
  • 2 min read

Bandung, Pembela Pers - Pernahkah kamu melihat teman yang suka mengajak teman lain untuk bolos mengikuti kuliah agar tidak bolos sendirian? Atau adakah temanmu yang selalu terlihat iri bahkan mencemooh jika teman lain mendapatkan nilai yang lebih tinggi? Hati-hati, temanmu bisa jadi terkena Crab Mentality Syndrome.


Menurut website Psychology Today, crab mentality atau bisa disebut mental kepiting adalah sikap egois yang timbul dari rasa iri karena melihat kesuksesan orang lain. Istilah tersebut muncul dari analogi pola pikir egois yang diambil berdasarkan perilaku kepiting di dalam suatu ember yang mencapit kawannya ketika salah satu dari mereka akan naik. Maksud dari analogi tersebut dapat diartikan dengan kalimat seperti “jika saya tidak bisa maka ia pun harus tidak bisa juga”. Contoh nyata dapat kita lihat ketika ketika sedang bersekolah ada seseorang yang mengajak kita untuk tidak mengumpulkan tugas karena dia belum mengerjakan, hal tersebut dilakukan agar seluruh siswa di kelasnya tidak mendapat nilai demi solidaritas. Atau bisa kita lihat pula di dunia perguruan tinggi, banyak mahasiswa yang mengajak mahasiswa lain untuk bolos dari kelas agar tidak bolos sendirian. Terkadang kalau tidak dituruti kemauan orang tersebut akan berdampak pada kita seperti dikucilkan atau dijauhi beberapa orang yang mengikutinya.

Seseorang yang mempunyai crab mentality merasa selalu kurang dan selaly membandingkan diri dengan orang yang sudah sukses atau lebih unggul sehingga kebanyakan dari mereka sulit menghargai pencapaian orang lain juga mempunyai kecenderungan dalam hidup berkelompok.

Dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 54-56 juga menjelaskan tentang adanya Crab Mentality. أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا ﴿٥٤﴾ فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا ﴿٥٥﴾ Artinya: Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (54) Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.

Dilansir ibtimes.id Thabari menjelaskan maksud ayat ini adlaah tentang keirian kaum yahudi kepada kabilah arab yang diberi karunia oleh Allah SWT dan membenci Muhammad SAW, juga mencegah orang-orang untuk beriman kepada-Nya. وَمِنْهُمْ مَنْ صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا. Ancaman bagi orang yang bermental kepiting menurut penafsiran Ath-Thabari [6]:229 dan Ibnu Katsir [2]: 334 tentang ayat diatas adalah orang yang mencegah orang lain untuk beriman maka akan masuk ke dalam neraka jahannam.

Bukan hanya dalam agama islam saja tetapi resiko lain dalam kesehatan psikologi pun tidak baik karena seseorang akan merasa tidak percaya diri atas kemampuan nya sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai manusia memang perlu berkelompok tetapi dalam berkelompok pun harus memilih kelompok yang mendukung setiap langkah kita untuk mencapai sebuah kesuksesan. Juga jika kita merasa sebagai manusia bermental kepiting cobalah tetap gigih, semangat dan terus berpositif thinking dengan jalan yang kita ambil. Jangan lupa bersyukur dengan karunia yang Allah SWT berikan karena hanya Tuhan yang tau jalan terbaik untuk kita kedepannya.

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


Post: Blog2_Post

0895334836657

©2022 by Pembela Pers. Proudly created with Wix.com

bottom of page