PERSIAPAN FORUM TERTINGGI FAKULTAS HUKUM : PENENTU KEMASLAHATAN MAHASISWA
- Pembela Pers
- Nov 15, 2022
- 2 min read
Pembela Pers - Bandung, 15 November 2022.
Kelembagaan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pasundan periode 2021-2022 akan segera berakhir, berakhirnya periode kepengurusan lembaga kemahasiswaan ini ditandai dengan dilaksanakannya musyawarah mahasiswa (Mumas).
Mumas merupakan forum tertinggi yang merumuskan dan merekomendasikan hal-hal yang berkaitan tentang organisasi dan kegiatan mahasiswa berdasarkan pedoman lembaga kemahasiswaan. Mumas dipimpin oleh pimpinan sidang dengan peserta yang hadir adalah perwakilan sebanyak 2 orang dari tiap kelas dari setiap angkatan 2019-2022.
Tujuannya untuk menguatkan ruang fasilitasi mahasiswa melalui sistem perwakilan dalam rangkaian kegiatan di lembaga Fakultas Hukum Unpas juga mendorong sinegritas peran pemangku kepentingan meningkatkan kualitas mumas yang demokratis, partisipatif, inklusif, responsif, transparan, akuntabel dan berpihak pada kepentingan mahasiswa.
Persiapan Mumas sendiri terdiri dari 7 tahapan, diantaranya:
- sosialisasi
- Pendataan peserta
- Pendaftaran
- Verifikasi peserta
- Penetapan peserta
- Pengiriman undangan, dan
- Penetapan tata tertib
Untuk saat ini BPM sudah ada di tahap akhir, ucap Rian Nurul Adriansyah selaku Wakil Ketua 2 Badan Perwakilan Mahasiswa saat diwawancarai pada, Selasa, 15 November 2022.
Topik Mumas yang akan dibahas pada Rabu, 16 November 2022 dan Kamis, 17 November 2022 adalah:
- Laporan Pertanggungjawaban Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
- Laporan Pertanggungjawaban Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM).
- Laporan Pertanggungjawaban Pemira oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya FH Unpas.
- Pengukuhan Ketua Dan wakil ketua BEM serta Anggota BPM Periode 2022-2023.
- Usulan Peraturan Organisasi yang telah dibuat oleh BPM Periode 2021-2022.
- Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mahasiswa yang ada di dalam forum.
Dalam RDP ini mahasiswa dapat turut aktif dalam menyampaikan masukannya untuk kepemimpinan Lembaga Kemahasiwaan Periode Selanjutnya.
Maka dari itu Mumas menjadi sangat penting sebagai bentuk koordinasi dan penyelarasan antara pemangku lembaga kemahasiswaaan dengan mahasiswa sebagai awal periode kepemimpinan yang baru. “Jadi ini sebagai budaya turun temurun, sebagai bentuk pertanggungjawaban dari program kerja satu tahun kepengurusan yang telah dilaksanakan dari lembaga kemahasiswaan diantaranya BEM, BPM, KPUM dan BAPERA”. Ucap Rian Nurul Adriansyah selaku Wakil Ketua 2 Badan Perwakilan Mahasiswa.

Comments