top of page
Search

MAHASISWA UPI DEMO TOLAK KOMERSIALISASI PENDIDIKAN

  • Writer: Pembela Pers
    Pembela Pers
  • Feb 11, 2022
  • 2 min read

Pembela Pers – Bandung, 07 Januari 2022. Aliansi Isola Menggugat mempertanyakan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) Universitas Pendidikan Indonesia yang menyarankan cuti bila tidak mampu membayar uang kuliah tunggal.


Adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh UPI pada tahun 2020 yang dimana isi surat edaran tersebut menyatakan bahwasanya mahasiswa yang tidak mampu mebayar UKT dianjurkan untuk cuti. Kabar tersebut membuat puluhan mahasiswa kampus itu berunjuk rasa pada Jumat, 14 Januari 2021, dan Selasa, 25 Januari 2021. Unjuk rasa digelar di depan kampus UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung


“Ini permasalahan pertama kali, karena UPI belum pernah mengopsikan cuti walaupun di tahun sebelumnya UPI memberikan bantuan. tapi di tahun ini UPI hanya memberikan cicilan dan cicilannya pun harus melaksanakan tahap wawancara terlebih dahulu dan wawancara tersebut dinilai subjektif karena dilakukan oleh dosen pembimbing” Ucap Muhammad al Fauzi, selaku Perwakilan Aliansi Isola Menggugat


Dengan ketidakadilan ini akhirnya mahasiswa UPI atas nama Isola Menggugat, melakukan aksi ekskalasi dengan beberapa tuntutan dengan salah satunya untuk UKT diberikan perubahan kelompok UKT dengan sesuai kemampuan ekonomi mahasiswa.


Setelah melakukan aksi yang diadakan oleh Aliansi Isola Menggugat. Para pihak UPI mengadakan rapat antar para petinggi UPI terkait kasus ini. Kemudian mereka membuat surat edaran yang berisi batasan-batasan cicilan dari UPI. Wawancara mahasiswa yang diadakan serta pembuatan angket dirasa hanya sebuah formalitas saja. Sehingga Mahasiswa Aliansi Isola Menggugat berpandangan bahwa UPI sama sekali belum bisa memberi bantuan atau bahkan tidak bisa memberi bantuan.



"Makanya setelah ini Aliansi Isola Menggugat, sudah mengeluarkan sejenis pamflet berencana pencerdasan kepada masa bahwasanya surat edaran bukan jawaban. Surat edaran ini hanya bentuk reaksioner, bahwasannya UPI mendengarkan mahasiswa. UPI tidak menolak atau tidak menerima mahasiswa. Ini bukan jawaban dari masalah. Ini masih menjadi masalah." Ucap Muhammad Al Fauzi.


Aliansi Isola Menggugat mempunyai 3 hal yang menjadi tujuan saat ini yaitu, menghapus komersialisasi pendidikan, menghapus liberalisasi pendidikan, menghapus privatisasi pendidikan. Selama itu masih belum terhapus, Aliansi Isola Menggugat akan terus bersuara dan memperjuangkan hak-hak mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang sebaik-baiknya.


"Saran untuk UPI lebih transparansi lagi dalam menentukan UKT. Kami sebenernya tidak muluk-muluk jika jelas, kenapa BKT atau UKT dari si mahasiswa A,B, C totalnya sekian. Itu sudah bisa memperhitungkan bagaimana UPI memerlukan apa , UPI membutuhkan apa, UPI hanya memerlukan transparansi saja. Untuk mahasiswa UPI jangan pernah diam atau jangan takut untuk melawan karena kalian bukan donatur abadi atau donatur selamanya dari UPI. Kalian adalah ujung tombak dari peradaban" ucap Muhammad Al Fauzi.

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


Post: Blog2_Post

0895334836657

©2022 by Pembela Pers. Proudly created with Wix.com

bottom of page