top of page
Search

Menelaah Pemikiran Tokoh Bangsa: KH. Hasyim Asy’ari

  • Writer: Pembela Pers
    Pembela Pers
  • Apr 22, 2022
  • 2 min read

Gambar: KH. Hasyim Asy'ari/Direktorat K2KRS Kemsos

KH. Hasyim Asy’ari lahir pada 14 Februari 1871 di Desa Gedang, Kabupaten Jombang. Ia tercatat pernah belajar di Makkah untuk menuntut ilmu kepada ulama-ulama besar Makkah. Sepulangnya dari Makkah pada 1899, KH. Hasyim Asy’ari mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, yang bertransformasi menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20.


KH. Hasyim Asy’ari adalah seorang ulama besar yang kharismatik dan mempunyai pemikiran yang besar dalam bidang keagamaan dan kebangsaan. Ia telah menjadi uswatun hasanah baik dalam pemikiran, sikap, tingkah laku, maupun tutur bahasanya, sehingga dapat dijadikan panutan bagi masyarakat luas.


Meskipun dikenal menguasai ilmu agama, KH. Hasyim Asy’ari terus berupaya meneguhkan ajaran Islam yang di bawa oleh Wali Songo di Indonesia melalui pendekatan dakwah yang ramah dan berkebudayaan. Tekadnya adalah memperkuat akidah dan syariat Islam kepada Muslim di Hindia-Belanda kala itu.


Selain sebagai tokoh pesantren, ia juga ikut berperan dalam pergerakan nasional melawan kolonialisme. Hal itu terbukti ketika KH. Hasyim Asy’ari ikut mendirikan Nahdlatul Ulama, organisasi massa islam terbesar yang masih eksis hingga hari ini.


Dalam Buku Hadlratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’arie: Perintis Kemerdekaan Indonesia, karya Muhammad Asad Syihab, yang kemudian diterjemahkan oleh KH. Mustofa Bisri, KH. Hasyim Asy’ari berpesan: “Bangsa tidak akan jaya jika warganya bodoh. Hanya dengan ilmu suatu bangsa menjadi baik.”


Dalam perjuangannya melawan tindakan kekerasan oleh pemerintah kolonial, KH. Hasyim Asy’ari menggagas pendirian Tentara Sukarela Muslimin di Jawa yang kelak menjadi Laskar Hizbullah. Ia juga Ikut andil dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan menjadikan pesantren Tebuireng menjadi markas para pejuang Islam.


Atas sumbangsih yang besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, KH. Hasyim Asy’ari yang meninggal pada 25 Juli 1947 dianugerahi Pahlawan Nasional (SK Presiden RI Nomor 294 Tahun 1964). KH. Hasyim Asy’ari sangat pantas dijadikan teladan dari ulama pesantren yang berjuang demi bangsa dan negara, baik dalam keagamaan maupun kebangsaan.


Penulis: Koswara

Editor: Rivaldi

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


Post: Blog2_Post

0895334836657

©2022 by Pembela Pers. Proudly created with Wix.com

bottom of page