top of page
Search

Mengenal Sosok Ilmuan Dan Filsuf Muslim Pertama "Al - Kindi"

  • Writer: Pembela Pers
    Pembela Pers
  • Feb 11, 2022
  • 2 min read


Pembela Pers - Bandung, 7 Februari 2022. Ilmu filsafat yang ada dan berkembang saat ini tak lepas dari pengaruh dari sosok cendikiawan muslim bernama Abu Yusuf Ya'qub ibn Ishaq Al-Kindi. Nama Al-Kindi bukanlah nama baru di khazanah keilmuan Islam. Namun, Al-Kindi bukan hanya dikenal dalam sejarah keilmuan Islam saja. Dia juga dikenal di dunia barat dengan sebutan Al-Kindus. Sebagai filsuf muslim pertama, Ilmuwan yang sekaligus dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak filsafat Arab".


Tidak heran, karena keilmuan Al-Kindi memang mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan. Beberapa di antaranya adalah tata bahasa, persajakan, kedokteran, seni, dan fisika. Selain itu, Al-Kindi juga menguasai bidang metafisika, psikologi, etika, geometri, astronomi, isiologi, optika, serta metode logika ilmiah dan berbagai bidang lainnya.


karya Al-Kindi yang paling penting adalah On First Philosophy. Itu adalah 'filsafat pertama' atau metafisika, studi tentang Tuhan. Al-Kindi secara erat mengaitkan keberadaan dengan kebenaran. Baginya, mengatakan bahwa Tuhan adalah penyebab semua kebenaran sama dengan mengatakan bahwa Tuhan adalah penyebab semua makhluk.


“al-Hillah li Daf’i al-Ahzan”( Teori Menepis Kesedihan) juga merupakan karya terkenal yang ditulis oleh pemikir hebat Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq al-Sobbah, yang populer dengan sebutan nama  Al-Kindi.


Baginya, terjebak oleh dunia materialistik yang semu (fana), mengakibatkan manusia terbuai dengan janji kebahagiaan yang semu pula, maka ketika semua itu terlambat atau tidak disadari , hasilnya adalah kesedihan yang tak berujung. Seringkali seseorang yang mengalami kesedihan dalam dirinya mengalami kehilanga akal sehatnya untuk berfikir secara rasional dan logis, sehingga ia tidak mampu mengontrol perasaaannya. Karena  yang bersarang dalam dirinya adalah benci, amarah dendam, takut dan lain sebagaianya. intinya, bahwa dengan kefanaan dunia ini, tak sepantasnya isinya untuk dipertahankan, yang berimplikasi pada kesedihan.


Al-Kindi juga menawarakan bagaimana cara untuk dapat merubah cara pandang yang salah. Ia menawarkan terapi yang berupa pembiasaan melatih diri untuk berpola perilaku sabar dan shahih serta menanamkan pola pikir yang rasional sehingga efek buruk dari kesedihan yang mendalam dapat direduksi.


Didalam buku Fi al-Falsafa al-Ula, al-Kindi menjelaskan Filsafat pertama adalah pengetahuan mengenai penyebab pertama. Penyebab pertama dianggap sangat utama karena menjabarkan penyebab adanya waktu.


Dengan mempelajari filsafat, orang akan belajar pengetahuan di alam realitas dan akan bisa mempelajari keilahian dan keesaan Tuhan. Manusia juga akan belajar mengenai kualitas manusia. Al-Kindi menekankan pentingnya intelektual (aql) dan membandingkannya dengan masalah.

Ia mendiskusikan mengenai Tuhan dan bahwa Tuhan tidak memiliki atribut atau karakteristik tertentu. Aspek lain adalah kesatuan Tuhan yang absolut dan kekuasaannya sebagai pencipta. Tidak ada sebelum Tuhan karena Ia abadi. Keabadian ini tidak bisa diubah, absolut, dan tidak ada ujungnya.


Karyanya yang lain adalah Fi Wahdaniya Allah wa Tunahiy Jirm al-Alam (Kesatuan Tuhan dan Terbatasnya Dunia) dan Fi Kammiya Kutub Aristutalis wa Ma Yahtaj Ilahi fi Tahsil al-Falsafa (Kuantitas Buku Aristoteles dan yang Diperlukan untuk Memperoleh Filsafat).

Saat menulis filsafat, ia tidak banyak berargumen mengenai agama. Ia justru dengan konsisten menunjukkan bahwa filsafat sangat sesuai dengan nilai-nilai Islam ortodoks. Tulisannya mengenai ilmu etis tertuang dalam Fi al-Hila li Daf al-Ahzan (Seni Mencegah Kedukaan).


Al-Kindi memperoleh pemahaman tentang astronomi dari Ptolemy yang menempatkan Bumi sebagai pusat tata surya (Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, dan bintang). Ia mengatakan, pusat tata surya tersebut berada dalam rangkaian yang rasional di mana gerakan berputarnya merupakan bentuk kepatuhan dan pemujaan terhadap Tuhan.

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


Post: Blog2_Post

0895334836657

©2022 by Pembela Pers. Proudly created with Wix.com

bottom of page