top of page
Search

Pembedahan Syair Jalaludin Rumi Tentang Tetesan Air dan Lautan

  • Writer: Pembela Pers
    Pembela Pers
  • Feb 11, 2022
  • 1 min read

Pembela Pers - 4 Desember 2021, Mungkin kita sudah sering mendengar Syair ini. Syair ini menjelaskan relasi antara hakikat yang tak terbatas dengan sesuatu yang terbatas. Tak terbatas disimbolkan dengan lautan sedangkan sesuatu yang terbatas disimbolkan dengan setetes air.


Tapi hal yang menarik atas perumpaan atau analogi ini adalah suatu perbandingan yang seolah jika terlihat sepintas nampak sama, namun jika ditelisik lebih jauh ada perbedaan yang cukup mendalam.


Perbandingan tersebut ibarat sebuah teka teki dalam menjawab relasi antara keterbatasan dan ketidakterbatasan.


Jadi perbandingan manakah yang lebih tepat antara 'kau adalah setetes air dalam lautan' atau 'kau adalah lautan dalam setetes air' ?


Rumi menjawab teka teki tersebut dengan menjelaskan bahwa 'kau adalah lautan dalam setetes air'. Alasannya karena antara Tuhan dan segala realitas termasuk manusia tak pernah terpisah.


Tapi jika kita mengatakan 'setetes air dalam lautan' menjelaskan dua hal yang terpisah antara 'setetes air' dan 'lautan'. Padahal Tuhan dengan manusia tak pernah terpisah.


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖوَنَحْنُ

اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." ( Qs. Qaf Ayat (16) )

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


Post: Blog2_Post

0895334836657

©2022 by Pembela Pers. Proudly created with Wix.com

bottom of page