Perkembangan Umat Islam Di Negara Yang Dijuluki “The Hexagon”
- Pembela Pers
- Apr 25, 2022
- 2 min read

Umat Islam telah berkembang menjadi salah satu agama dengan jumlah pemeluk paling banyak di dunia setelah agama Kristen. Umat Islam sekarang bukan hanya berkembang di Benua Asia, tetapi sudah tersebar luas ke Benua Eropa. Salah satu persebaran yang paling banyak di Eropa ialah di negara Prancis yang mencapai sekitar 6 juta jiwa.
Dikutip dari viva.co.id, jika ditinjau secara historis, perkembangan umat Islam di Prancis kebanyakan di bawa oleh orang-orang yang berasal dari Timur Tengah terutama dari Aljazair dan Maroko. Hal itu diyakinkan oleh Hari Restu Septi Aji, mahasiswa Indonesia di Prancis.
“Umat Islam yang datang ke Prancis berasal kebanyakan dari Timur Tengah terutama dari Aljazair dan Maroko. Dengan berjalannya waktu mereka ditempatkan di wilayah atau di kota-kota besar di Prancis. Karena kebijakan Prancis cukup terbuka terhadap imigran, jadi Prancis salah satu negara yang paling banyak menerima imigran-imigran dari Timur Tengah dalam hal ini pencari suaka atau refugee,” terang Hari Restu Septi Aji yang juga mantan Ketua PPI Prancis Tahun 2021 saat dihubungi melalui pesan singkat.
Di tanya mengenai islamophobia, Hari menyatakan bahwa sebenarnya di Prancis tidak ada islamophobia.
“Menurut saya pribadi islamophobia adalah isu politik yang digunakan politisi-politisi baik itu di Indonesia ataupun di negara-negara mayoritas Islam. Pada kenyataannya Prancis tidak semenakutkan apa yang diberitakan media-media di Indonesia, karena masyarakat Prancis juga sudah cukup moderat dalam menerima perbedaan agama. Walaupun memang beberapa titik ada letupan-letupan masalah seperti kemaren penusukan yang kebetulan pelakunya orang Islam,” ucap Hari.
Lalu berbicara mengenai stigma-stigma yang melekat kepada umat islam di Prancis. Secara garis besar Hari membaginya ke dalam 2 stigma yang paling menonjol. Pertama, orang islam tidak bisa mengasimilasikan budayanya dengan kondisi masyarakat Prancis. Dan kedua, ada anggapan bahwa orang Islam itu nakal.
“Berbicara mengenai stigma-stigma orang islam salah satunya, yaitu mereka berfikir orang Islam tidak mau atau tidak ada usaha untuk berbicara bahasa Prancis dalam hal ini tidak bisa mengasimilasikan budaya. Kedua ada stigma negatif bahwa orang Islam itu nakal. Nakal disini dalam artian banyak kasus kriminal itu terjadi di daerah yang kebetulan diisi oleh banyak masyarakat Arab. Kita menyebutnya masyarakat Arab karena mereka belum tentu Islam. Tetapi, orang Prancis itu sadarnya bahwa bahasa itu adalah agama, jadi siapapun yang berbicara bahasa arab mereka itu Islam,” jelas Hari.
Penulis: Muflih Farhani

Comments